
PEBALAP Mercedes, Kimi Antonelli, mengakui kegagalannya mencetak poin di Grand Prix Inggris adalah hal yang “sulit untuk ditelan”. Remaja asal Italia tersebut terpaksa gigit jari setelah mobilnya mengalami masalah teknis di lap-lap akhir, padahal ia sedang berada dalam jalur yang tepat untuk memperebutkan kemenangan.
Dalam balapan sepanjang 52 lap di Sirkuit Silverstone pada hari Minggu, Antonelli sempat bersaing ketat melawan Charles Leclerc dari Ferrari yang akhirnya keluar sebagai pemenang. Setelah sempat merosot dari posisi pole ke urutan ketiga di awal balapan, Antonelli berhasil menyalip kembali Lewis Hamilton di fase awal. Menggunakan ban yang lebih segar, ia bahkan sukses memangkas jarak hingga menyisakan beberapa detik saja di belakang Leclerc.
Namun malapetaka terjadi pada lap 41. Pelindung roda kiri depan (front-left wheel shield) mobil Antonelli terlepas, yang membuatnya kesulitan berbelok. Akibatnya, ia harus melakukan dua kali pit stop tambahan untuk mencoba memperbaiki masalah tersebut.
Setelah merosot ke posisi 10, situasi Antonelli kian memburuk setelah ia dijatuhi penalti lima detik akibat melanggar batas lintasan (track limits). Pelanggaran ini terjadi karena mobilnya beberapa kali keluar jalur akibat kendala teknis tersebut.
Harapan Antonelli untuk setidaknya membawa pulang poin akhirnya pupus total setelah Max Verstappen melintir ke area gravel pada lap 48, yang memicu keluarnya Safety Car. Karena jarak antar-pebalap kembali merapat akibat Safety Car, penalti waktu lima detik tersebut melempar posisi Antonelli hingga finis di urutan ke-16 dalam klasifikasi akhir.
“Saya tidak bisa mempercayainya karena situasi berjalan dari buruk menjadi lebih buruk,” kata Antonelli seusai balapan.
“Ketika saya keluar setelah pit stop terakhir, mobilnya agak bisa dikendarai. Tetap saja, saya kehilangan banyak downforce tetapi saya pikir posisi ke-10 sangat bisa dicapai terlepas dari penalti tersebut. Saya sempat memperlebar jarak dan saya pikir saya akan memiliki keunggulan waktu yang diperlukan, tetapi kemudian Safety Car keluar dan saya tahu ini sudah berakhir.”
Meski sempat memenangkan sesi Sprint pada hari Sabtu, Antonelli harus meninggalkan Silverstone dengan keunggulan yang menipis menjadi 25 poin atas rekan setimnya, George Russell, dari yang semula berjarak 40 poin sebelum akhir pekan balapan dimulai. Ini menjadi kali kedua bagi Antonelli gagal mendulang poin setelah sebelumnya ia juga kehilangan posisi kedua di Barcelona pada lap-lap akhir akibat masalah mobil.
“Kami sempat memiliki laju yang luar biasa dengan lima balapan, lima kemenangan berturut-turut dan semuanya mungkin berjalan terlalu mulus bagi saya,” ujar Antonelli saat ditanya mengenai keberuntungannya.
“Kami mengalami dua hasil gagal finis (DNF) dalam tiga balapan dan jelas itu sulit ditelan, karena di Barcelona saya berada di posisi ke-2, dan di sini saya mengincar kemenangan. Saya pikir kami memiliki peluang nyata dan saya berada dalam jarak yang dekat untuk menyerang. Sayang sekali saya bahkan tidak punya kesempatan untuk mencobanya, tetapi memang begitulah adanya. Ini berjalan seperti ini dan yang paling penting adalah kami bangkit lebih kuat.”
