Pihak kepolisian dari Polresta Bogor Kota yang menerima laporan dari warga langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah TKP awal. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Bogor Kota, Ipda Imam Dwi, membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat tersebut. Menurut keterangannya, laporan awal masuk dari masyarakat setelah seorang saksi yang bekerja sebagai petugas Wi-Fi mencium bau menyengat yang mencurigakan dari arah sebuah rumah kosong yang sudah lama tidak berpenghuni.
Berdasarkan keterangan kronologi yang dihimpun oleh pihak kepolisian, penemuan mayat ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, cuaca di kawasan Tanah Sareal cukup terik, dan aroma busuk yang bersumber dari dalam rumah kosong tersebut tercium sangat menyengat hingga ke area jalan di depannya. Saksi yang sedang bertugas di dekat tiang utilitas merasa curiga dengan bau tersebut. Didorong rasa penasaran sekaligus khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, saksi kemudian memutuskan untuk mendekati rumah kosong tersebut guna mencari tahu sumber bau menyengat yang mengganggu kenyamanan kerja mereka.
Saksi kemudian memanggil beberapa warga sekitar untuk bersama-sama memeriksa bagian dalam rumah kosong tersebut. Langkah ini diambil untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan memastikan adanya saksi lain saat pemeriksaan dilakukan. Ketika mereka berhasil mengintip dan masuk ke dalam area rumah yang tampak tidak terawat tersebut, mereka dikejutkan oleh pemandangan yang mengerikan. Di salah satu sudut ruangan, terlihat sesosok tubuh manusia yang terbujur kaku dalam posisi tertelungkup di atas lantai yang kotor dan berdebu.
Kondisi jasad saat pertama kali ditemukan sangat memprihatinkan. Mayat laki-laki tersebut ditemukan dalam keadaan sama sekali tidak mengenakan baju, hanya mengenakan celana, dan kondisi fisiknya sudah mulai mengalami pembusukan lanjut (dekomposisi). Kulitnya sudah melepuh dan menghitam, mengindikasikan bahwa korban telah meninggal dunia beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan. Bau busuk yang sangat menyengat langsung menyeruak keluar begitu pintu atau celah rumah tersebut dibuka lebih lebar oleh warga dan saksi yang memeriksa.
Melihat kondisi yang mengerikan itu, saksi dan warga tidak berani menyentuh jasad korban. Mereka segera keluar dari rumah kosong tersebut dan langsung melaporkan temuan ini kepada ketua RT dan RW setempat, yang kemudian meneruskan laporan darurat tersebut ke Polsek Tanah Sareal dan Polresta Bogor Kota. Tidak lama setelah laporan diterima, unit Reserse Kriminal (Reskrim) bersama Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Bogor Kota tiba di lokasi kejadian untuk melakukan sterilisasi area dengan memasang garis polisi (police line) guna mencegah warga yang penasaran mendekat dan merusak potensi barang bukti di TKP.
Petugas kepolisian langsung melakukan olah TKP secara mendalam. Tim Inafis memeriksa setiap sudut ruangan di sekitar jasad korban untuk mencari barang-barang milik korban, dokumen identitas, atau tanda-tanda yang dapat mengungkap penyebab kematiannya. Dari hasil pemeriksaan awal dan penggeledahan di sekitar area penemuan jasad, polisi berhasil menemukan petunjuk penting mengenai identitas korban. Berdasarkan dokumen atau petunjuk yang ditemukan petugas di lokasi, diketahui bahwa jenazah pria tersebut merupakan warga yang beralamat di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Penemuan identitas korban yang berasal dari luar wilayah Bogor ini langsung memicu tanda tanya besar di kalangan penyelidik dan warga sekitar. Bagaimana bisa seorang warga yang berdomisili di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang berjarak puluhan kilometer dari lokasi kejadian, bisa berada dan akhirnya meninggal dunia di sebuah rumah kosong yang terisolasi di kawasan Kayumanis, Tanah Sareal, Kota Bogor? Hingga saat ini, polisi masih melakukan pendalaman dan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif serta kronologi perjalanan korban hingga sampai ke lokasi tersebut.
Polisi belum bisa menyimpulkan secara pasti apa penyebab kematian korban, apakah karena menderita suatu penyakit, kelaparan, atau merupakan korban dari tindak pidana kekerasan. Ipda Imam Dwi menegaskan bahwa kepolisian akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh dan tidak ingin berspekulasi terlalu dini sebelum hasil pemeriksaan medis resmi keluar. Tindakan pertama yang dilakukan oleh petugas setelah menyelesaikan olah TKP adalah mengevakuasi jasad korban menggunakan kantong jenazah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor untuk menjalani proses visum et repertum serta otopsi jika diperlukan oleh pihak penyidik.
Proses evakuasi jasad korban berlangsung cukup dramatis karena kondisi jasad yang sudah mulai rusak dan mengeluarkan cairan akibat pembusukan. Petugas medis dan kepolisian yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap harus ekstra hati-hati saat mengangkat jasad korban dari dalam rumah kosong menuju mobil ambulans yang sudah bersiap di luar pagar. Warga sekitar tampak memenuhi bahu jalan di sekitar lokasi kejadian untuk menyaksikan proses evakuasi tersebut, yang sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi sedikit tersendat.
Kasus penemuan mayat di rumah kosong ini juga memicu kekhawatiran tersendiri di kalangan masyarakat Kayumanis. Beberapa warga menyatakan bahwa keberadaan rumah-rumah kosong yang terbengkalai di wilayah mereka sering kali menimbulkan rasa tidak aman. Rumah kosong yang tidak terawat dan tidak dikunci dengan baik rawan disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, mulai dari tempat nongkrong remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga menjadi tempat persembunyian pelaku kejahatan atau tempat terjadinya peristiwa tragis seperti yang baru saja ditemukan. Warga berharap pemilik rumah kosong atau pemerintah setempat lebih memperhatikan keamanan aset-aset properti yang tidak berpenghuni tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Saat ini, pihak kepolisian Polresta Bogor Kota juga tengah berupaya menghubungi pihak keluarga korban yang berada di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi berharap pihak keluarga dapat segera datang ke RSUD Kota Bogor untuk melakukan proses identifikasi fisik secara langsung guna mencocokkan data sekunder dan primer, serta memberikan keterangan tambahan mengenai riwayat kesehatan korban atau aktivitas terakhir korban sebelum dilaporkan hilang atau ditemukan meninggal dunia. Keterangan dari pihak keluarga dinilai akan menjadi kunci penting bagi penyidik untuk mengungkap tabir misteri di balik kematian tragis pria paruh baya ini di dalam rumah kosong di Kota Bogor. Penyelidikan kasus ini kini ditangani sepenuhnya oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta Bogor Kota bekerja sama dengan Polsek Tanah Sareal.
