Suasana Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis sore, 23 Juli 2026, tampak berbeda dari biasanya karena didominasi oleh warna putih dan hijau khas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ribuan kader dari berbagai penjuru tanah air mulai memadati area tersebut untuk merayakan puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB. Namun, ada satu pemandangan mencolok yang menarik perhatian publik dan awak media yang meliput di lokasi. Alih-alih hanya mengenakan atribut tradisional partai seperti jas hijau atau batik PKB, mayoritas kader yang hadir tampak kompak mengenakan kaus putih seragam bertuliskan ‘Prabowonomics’ di bagian dada.
Pilihan busana ini bukan sekadar tren mode sesaat, melainkan sebuah pernyataan politik yang sarat akan makna taktis dan ideologis. Di bagian belakang kaus tersebut, terpampang tulisan tegas berwarna hijau: ‘Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi’, lengkap dengan logo resmi PKB di bawahnya. Fenomena ini mempertegas arah dukungan dan peleburan visi ekonomi PKB dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Istilah ‘Prabowonomics’ sendiri merujuk pada cetak biru kebijakan ekonomi, ketahanan pangan, kemandirian energi, serta hilirisasi industri yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat sebagai Kepala Negara.
Kehadiran kaus bertema ‘Prabowonomics’ di tengah-tengah hajatan besar PKB ini menjadi simbol visual yang sangat kuat mengenai posisi politik partai tersebut dalam peta koalisi nasional saat ini. PKB, yang pada Pemilihan Presiden sebelumnya sempat berada di kubu berseberangan, kini secara terbuka dan penuh komitmen memosisikan diri sebagai garda terdepan dalam menyosialisasikan dan mengawal program-program ekonomi pemerintah. Tulisan ‘Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi’ merujuk pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menekankan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, serta cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Bagi PKB, konsep ‘Prabowonomics’ dinilai sangat selaras dengan visi ekonomi kerakyatan yang selama ini diperjuangkan oleh partai berbasis nahdliyin tersebut. Fokus kebijakan Prabowonomics yang menitikberatkan pada kedaulatan pangan, pengentasan kemiskinan ekstrem, penyediaan makan bergizi gratis bagi anak-anak sekolah, serta pemberdayaan sektor pertanian dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai sangat bersentuhan langsung dengan basis massa akar rumput PKB di pedesaan dan pesantren. Oleh karena itu, adopsi istilah ini oleh kader PKB dianggap sebagai jembatan ideologis yang mempertemukan nasionalisme ekonomi Prabowo dengan keadilan sosial ala PKB.
Momentum Harlah ke-28 ini juga menjadi sangat istimewa karena Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir secara langsung dan memberikan pidato utama di hadapan ribuan kader PKB. Kepastian kehadiran sang Presiden dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin. Usai memimpin acara pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Indonesia di kawasan bersejarah Kota Tua, Jakarta Barat, pada Rabu malam, 22 Juli 2026, Cak Imin memberikan pernyataan resmi kepada media mengenai agenda besar tersebut.
Cak Imin mengungkapkan bahwa dirinya baru saja melakukan pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo di Istana Negara untuk menyampaikan undangan dan berkoordinasi mengenai jalannya acara. Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyatakan komitmennya untuk hadir di tengah-tengah keluarga besar PKB. Cak Imin memastikan bahwa kehadiran Presiden bukan hanya sebagai tamu kehormatan, melainkan juga sebagai pembicara utama yang akan menyampaikan pidato kebangsaan di hadapan seluruh pengurus pusat, daerah, hingga simpatisan partai.
Langkah PKB yang secara masif mengampanyekan ‘Prabowonomics’ melalui atribut resmi harlah ini dibaca oleh para analis politik sebagai strategi cerdas untuk memperkuat posisi tawar politik PKB di dalam koalisi pemerintahan. Setelah dinamika politik pasca-Pemilu yang penuh dengan negosiasi, PKB ingin menunjukkan loyalitas tanpa ragu kepada kepemimpinan Prabowo Subianto. Dengan menyosialisasikan ‘Prabowonomics’, PKB tidak hanya bertindak sebagai pengikut koalisi, melainkan juga memosisikan diri sebagai mesin pemikir dan pelaksana utama dari doktrin ekonomi presiden.
Di sisi lain, perayaan Harlah ke-28 ini juga menandai kedewasaan politik PKB yang lahir di era reformasi tahun 1998. Selama hampir tiga dekade, PKB telah bertransformasi dari partai yang identik dengan kelompok tradisional Islam menjadi kekuatan politik nasional yang modern, inklusif, namun tetap teguh memegang nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Penggabungan identitas partai dengan narasi ekonomi nasional seperti ‘Prabowonomics’ menunjukkan bahwa PKB kini lebih fokus pada isu-isu substantif yang menyangkut kesejahteraan rakyat, melampaui sekat-sekat politik identitas yang sering kali memecah belah bangsa.
Sepanjang sore menjelang malam di JCC, antusiasme para kader terus meningkat seiring dengan merapatnya bus-bus rombongan dari berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga luar Pulau Jawa. Yel-yel kemenangan PKB berpadu erat dengan teriakan dukungan untuk kesuksesan program-program pemerintah. Penggunaan kaus seragam ini menciptakan pemandangan yang solid, rapi, dan penuh energi positif, yang diharapkan dapat menular pada kinerja partai di parlemen maupun di jajaran kabinet.
Presiden Prabowo Subianto sendiri dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya persatuan nasional dan kolaborasi lintas partai untuk menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Kehadiran beliau di Harlah PKB, didampingi oleh jajaran menteri kabinet dan disambut oleh ribuan kader yang mengenakan kaus ‘Prabowonomics’, mengirimkan pesan kuat kepada pasar dan publik global bahwa stabilitas politik dalam negeri Indonesia sangat solid. Dukungan penuh dari partai sebesar PKB memberikan jaminan bahwa kebijakan-kebijakan ekonomi strategis pemerintah akan mendapatkan pengawalan legislatif yang kuat di DPR RI.
Puncak acara Harlah ke-28 PKB ini tidak hanya diisi dengan pidato politik, tetapi juga dengan berbagai refleksi kebudayaan, doa bersama untuk keselamatan bangsa, serta pemaparan program kerja strategis PKB ke depan yang akan diselaraskan dengan program prioritas nasional. Dengan jargon ‘Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi’, PKB berkomitmen untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dicapai di bawah payung ‘Prabowonomics’ dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada di garis kemiskinan dan wilayah terluar Indonesia.
Melalui perayaan harlah yang semarak dan penuh simbolisme ini, PKB sukses mencuri perhatian publik sekaligus menegaskan bahwa mereka adalah mitra koalisi yang loyal, produktif, dan siap bekerja keras demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui implementasi nyata dari konsep Prabowonomics. Peristiwa hari ini di JCC akan dicatat sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah perjalanan politik PKB, di mana partai ini dengan berani meleburkan identitas perjuangannya demi kemaslahatan ekonomi bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur sesuai amanat konstitusi.
